Rabu, 03 Desember 2014

GURUKU INSPIRASIKU


           Hari itu, tepatnya tanggal 30 November 2014 ada reuni akbar di smaku, SMAN 4 Bandung. Saya larutan dalam keharuan dan kebahagian yang tak terhingga karena setelah 25 tahun berlalu tanpa terasa, saya menjalani hidup dengan aneka kejadian dan kegiatan, suka dan duka bersama mimpi-mimpi indah saya yang selalu ingin kuraih dan kunikmati, dan saya hanya bisa bersandar dalam kelelahan pada Yang Maha Kuasa Yang Mengatur Segalanya.
           Di hari itupun satu demi satu kutatap dan kupeluk penuh haru, rasanya tak ingin kulepas pelukan tubuh-tubuh tua yang telah sempurna memberikan pengabdiannya dengan segenap keikhlasan dan kesungguhannya membekali kami ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan ahirat.
Bu Suwarni, WK, Kesiswaan saat ini berusia 85 th tetap dicintai semua siswa2nya
          Anganku melayang ke 25 tahun silam, ketika masih duduk di bangku SMA. Hukuman, teguran dan omelanmu kerap menimpaku karena kenakalanku, datang terlambat… tidak mengerjakan soal, pake jaket kedalam kelas, pake sepatu berwarna, hadeuuuh se-abreg aturan yang harus dipenuhi dan tak segan kulanggar dengan berbagai alasan, lupa ! Ow itu kata klise ketika kuberdiri didepan kelas kena hukuman gara-gara pake jaket didalam kelas, kujawab : “maaf,  lupa bu belum dibuka jaketnya”! Bu suwarni melotot, dengan berteriak, “Kamu tuh mau jadi apa ? masih muda pelupa neng ! berulangkali ibu bilang “buka jaket dikelas” paham !, “ saya hanya menggangguk malu. Bu Suwarni memang dikenal galak dan disiplin, dia WK.Kesiswaan yang selalu setiap pai berkeliling sekolah mengecek siswa, dengan gagahnya dan pandangan tajam pasti akan marah bila ditemukan siswa yang tidak disiplin.

Bu nien, Bu Oce, Bu Nani, Bu Lia, dan Bu Tari telah mengispirasi semua siswa2nya
Bu Nien adalah guru ekonomi yang menyenangkan, angka-angka ekonomi sangat tepat seru kalo sedang menjelaskan tentang 'prinsip ekonomi'  ungkapannya selalu di ingat siswa "cari cowok seganteng-gantengnya dengan modal seminimum mungkin", hhh apa maksudnya bu ??? dan ketika pembelajaran B.Jerman, saya sering kagum dan senyum sendiri membayangkan apa yang diceritakan gurunya, bu Oce baru pulang dari Jerman katanya ada pelatihan guru di Jerman, “Wah Jerman “ ! decakku terkagum-kagum… “ ibu 4 bulan lagi juga ada program ke vilandia mungkin 2 minggu, jadi kalian mengerjakan buku paketnya dari hal 10-15 ya” !  “Wah Filandia bu?? Jangan lupa oleh2 ceritanya ya bu “! Riuh rendah anak-anak dikelasku waktu itu penuh dengan kekaguman gurunya akan ke Filandia.

Saya hanya menitikan airmata karena tak hafal lagi nama semua guru, bu yeni yang baju ungu yang  membekali keterampilan mengetik pada semua siswa2nya masih hafal,  maafkan ...
Saatnya belajar keterampilan jasa mengetik, saya sudah berpikir bagaimana caranya mengintip dari balik tutup mata supaya bisa mengetik lancar tanpa diketahuinya, aduh kalo ketahuan tanganku bakal kena sabetan kayu lagi. Bu Yeni itu dulu muda dan cantik,  dia seorang yang lembut namun tegas, disaat mengajar dia tepat waktu dan sangat telaten memperhatikan siswa-siswanya, masih tergiang perintahnya , “ simpan semua jari kalian diatas tuts mesin tik, mata semua tertutup rapat, awas ibu sabet kalo ada yang ngintip, glek… mulai mengetik apa yang ibu bacakan, kalian siap ? ” ya bu, siaapp! Ramai sekali suara siswa diruangan itu, dan gemuruh suara mesin tik berlomba-lomba mengikuti irama suara bu yeni yang membacakan naskah, prat… “ Heii kamu ngintip ya, kebawahin kain penutup matanya”!. Huuuu”!  anak-anak berseru dan mulai serius lagi menekan tuts mesin tik.
Bu Lia, guruku yang paling cantik dan selalu tersenyum… guru baru PKK yang saat itu harus membuat makalah tentang ‘menu makanan’,  lucu sekali ketika teringat diskusi pada rame dan saling menyalahakan tentang menu makan pagi, siswa-siswa awalnya tidak pede berbicara didepan kelas, sedikit demi sedikit mulai muncul keberaniannya bahkan mulai mau berdebat tentang menu makan pagi yang tepat, luar biasa semuanya termotivasi untuk mengeluarkan pendapat. 


Pak Yudi, Pak Wahyu, Pak Endang selalu jadi guru-guru idaman semua angkatan
Pak Endang, adalah guru agama yang berwibawa, bahasa enak didengar… rasa hati ini damai dan tenang mendengarkan uraian materi agama yang dia sampaikan, bahkan banyak teman sekelasku yang bukan beragama Islam mau dididalam kelas untuk mendengarkannya, dan ikut tersenyum kalau ada hal-hal lucu yang dia ungkapkan.
 Pak Wahyu pasti akan menjadi guru favoutite di semua angkatan karena kekocakannya dan kepandaiannya dalam mengajar, semua siswa sangat menyukainya, guru yang sangat peduli dengan semua siswa, kalo lagi tegang pasti di bersin “Wahyu”, hhh semua anak tertawa.. diapun ikut tertawa, gagah dan penyabar.
          Panjang lebar dan tak pernah habis cerita tentang guru-guru SMA-ku, semuanya begitu menginspirasi dalam gerak kehidupan saya dan suami saya yang kebetulan sama-sama satu alumni, bahkan suami saya sering bilang, pembelajaran mengetik itu manfaatnya sampai sekarang tetap terasa, saya mampu telekonference sambil mengetik sepuluh jari dan karyawan jepang kagum bahkan pengen belajar, dan mungkin itulah yang mengantar dia kekarier yang bagus hingga bisa berkeliling keluar negeri.
     Saya juga setuju, Guru kami  telah menginspirasi semua gerakan hidup kami  … amal ibadah mereka tak dapat kami  balas, hanya doa dan harapan kita atas segala ketulusan dan keikhlasannya agar mereka tetap sehat dan bahagia serta menjadi bekalnya di aherat nanti, amiin.
        Sebagian mimpi itu telah kuraih, saya tak kalah dengan suami yang bekerja diperusahaan jepang yang sering training keluar negeri, alhamdulillah Allah memberikan kesempatan kepada saya menjadi guru yang juga ingin menginspirasi siswa-siswanya, berangkat keluar negeri,  berhasl lolos seleksi pada bulan agustus 2014 kemarin berangkat ke adelaide Australia bersama KEA dengan program CPDP (Continuous Professional Development Program For West Jawa High School Teacher) dan tentunya ini menjadi cerita menarik ditengah pembelajaran bersama para siswa dan guru.

Pembelajaran di Hamilton Secondary School, Adelaide South Australia
         Waktu terus berjalan tak ada yang dapat menghentikannya, tubuh-tubuh muda, gagah, cantik dan menarik berubah menjadi tua, renta dan tak berdaya… namun ada satu yang tak pernah berubah yaitu semangat, ketulusan, keikhlasan dan ilmu yang bermanfaat untuk di dunia dan di aherat yang terus mengalir pada siswa-siswa menjadi bekal dalam perjalanan hidupnya.
          Guru-guruku telah menginspirasiku untuk menjadi guru sebaik mereka, merubah kemalasan menjadi kedisiplinan, merubahan kecerobohan menjadi ketelitian, merubah statis menjadi dinamis, merubah pemalu menjadi penuh percaya diri, merubah penakut menjadi pemberani, dan merubah sesuatu yang tidak baik menjadi baik, lebih baik bahkan yang terbaik. Semua nasehatmu telah membekaliku untuk meraih semua mimpi-mimpi, dengan doa dan keyakinan serta kesungguhan maka akan mengusik Sang Membuat Mimpi untuk Membuka pintu mewujudkan mimpi-mimpi itu dan sayapun akan mengajarkan siswa-siswaku untuk bermimpi dan meraih mimpi-mimpi tersebut dengan satu tekad menjadi generasi bangsa yang terbaik di dunia ini serta membangun bangsa dan negara yang bermartabat dan terhormat.


Saya Larut dalam keharuan dan kebahagian bersama guru-guruku tersayang














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar